SHARE

Friday, February 15, 2013

Teknik Tertinggi dalam meditasi Islam


Meditasi Islam menitik beratkan kepada sebuah keadaan diri yang mampu dalam meniadakan daya manusia yang ada di dalam setiap diri manusia itu sendiri. Menghilangkan daya kita manusia. Menghilangkan kilasan apapun yang ber tolak atas upaya (keinginan) diri. Selanjutnya diri di dorong agar hanya menggunakan daya Allah. Dalam sebuah keyakinan kuat. Tiada daya upaya selain (daya) Allah. (la haula wala kuwata illa billah).

Ini adalah teknik men-dasar dalam meditasi Islam. Dan merupakan teknik tertinggi dalam meditasi Islam itu sendiri. Ini adalah sasaran dan visi dalam ber meditasi menurut Islam. Teknik ber serah, teknik pasrah, menyerahkan diri kita. Kita hanya bersandar kepada daya Allah. Kita mengambang, mengikuti, kemanapun daya Allah menggerakkan atom-atom dalam tubuh kita. Kita harus meniadakan diri kita sendiri. Kita harus menghilangkan ke ‘AKU’ an diri. Diri yang mengaku-ngaku pintar, mengaku cantik mengaku hebat, mengaku suci, mengaku ber-ilmu dan lain sebagainya harus di hilangkan dari ketubuhan kita. Inilah makna teknik ber-serah (Islam) dalam meditasi Islam. Meniadakan diri hanya bersandar kepada daya Allah dalam setiap gerak nafas kita.

Marilah kita masuki pemahaman Islam (ber-serah) melalui praktek dan teknik yang sederhana ini. Untuk membuka hijab diri kita. ‘Sebuah Methode Dalam Meditasi Islam’. Sebetulnya itu adalah salah satu methode untuk menemukan KESADARAN. Adalah kesadaran yang dimaksud, dalam al qur an juga disebut sebagai BASHIROH (yang tahu). Ketika jiwa yang bebas ditarik kepada kesadaran tubuh yang pasrah, maka akan tumbuh suatu kesadaran baru. Saya menyebutnya KESADARAN DIRI, kesadaranyang pasrah, dia pasrah jikalau raganya bukan miliknya, maka dihadapkan dirinya dengan lurus. Nanti lebih terinci akan kita ulas lagi beberapa methode tersebut. Semoga tekhnik ini sedikit membantu kesimpang siuran pemahaman ber-serah (Islam) seperti apa yang dimaksudkan.


Pemahaman di bawah ini harus dilakukan ber ulang-ulang sehingga diri kita meyakininya. Pemahaman yang sederhana perihal entitas ketubuhan kita. Dari kesederhanakan akan kita masuki lebih dalam lagi. Maka eksplorasi fakta-fakta atas apa yang saya sajikan ini, melalui pemahaman ilmu pengetahuan dalam rasionalitas kita, sehingga kita memiliki referensi yang cukup. Tidak ada pertentangan pemahaman dalam diri kita.

Sebelumnya kita harus memahami bahwa :

Jiwa ;

Adalah entitas yang bebas, tidak terbatas ruang dan waktu, kecenderungan meluas dan meliar, sering ter bolak-balik, berubah-ubah, dan labil.

Raga ;

Adalah entitas yang fatalis, pasrah sebagaimana unsur-unsur tanah, sebagaimana atom-atom yang menyusunnya, patuh hanya kepada Tuhan-NYA. Sebagaimana bumi yang senantiasa mengitari matahari, yang tetap formasinya dalam tatanan system tata surya kita, sejakber abda lalu hingga kini mereka tetap dalam keadaan begitu.

Raga juga entitas yang memiliki nafsu alamiah sebagai bawaan sang raga itu sendiri, sebagaimana halnya mahkluk hidup lainnya, binatang seperti; kuda, sapi, singa, dan lain-lain. Memiliki naluri dan sinting standar untuk berkembang biak (syahwat), makan, dan dan kemampuan bertahan dari serangan. Dan lain-lain.

Mengenali kedua entitas terlebih dahulu:

Kedua entitas tersebut jiwa dan raga akan mudah kita kenali. Kita harus mengenali mereka terlebih dahulu. Mana raga dan mana yang jiwa. Kesadaran kita harus betul-betul kenal. Dengan latihan-latihan kecil. Kita coba merasakan tangan, merasakan kaki, dan seluruh anggota tubuh kita. Terus rasakan satu demi satu dari ujung kaki sampai rambut kepala. Jika ada yang tidak mampu kita rasakan, berarti daerah tersebut ada kelainan (penyakit) atau kelaianan funsi fisiologis. Terus ulangi di daerah yang tidak mampu kita rasakan tersebut, hingga daerah etrsebut plong dan mampu kita rasakan. Teknik ini akan menyembuhkan segala macam penyakit raga.

Kemudian kita teruskan pengmatan kepada jiwa kita. Kita mulai melakukan pengenalan kepada jiwa kita, kita eksplorasi keadaannya ; disana ada dualitas, kadang munculnya rasa suka, kadang sedih, kadang rasa marah, kadang bahagia, kadang sering berada di masa lalu kita, kadang juga di masa depan kita, dan lain sebagai (istilah kita angan-angan). Amati terus bergerakan jiwa kita. Lho..lho..ternyata ada AKU yang mampu mengamati, ada AKU yang tahu, ada Aku yang sadar, ada AKU yang merasakan, ada yang menikmati rahsa, ada AKU yang hidup, ada AKU yang diam, AKU diam diatas pergerakan ataom-ataom dan system metabolisme ketubuhan kita. Wah…aneh.

Sangat sederhana sekali. Namun perlu latihan kecil yang terus menerus. Setelah kita kenali kemudian kita melakukan beberapa teknik di bawah ini : Namun jikalau anda ternyata belum mampu mengenali, maka mau tak mau harus mengkaji materi pendalaman dahulu pada kajian berikutnya, setelah kajian ini nanti :

Teknik Pertama; adalah membangun sebuah sistem kesadaran baru akan keberadaan entitas materi dan antimateri, atau entitas Jiwa dan Raga di dalam tubuh manusia. Kita akan mengarahkan entitas Jiwa agar luruh dalam kepasrahan menerima keadaan raga yang Fatalis. Jiwa harus pasrah atas kehendak Tuhan ini. Pasrah berada dalam raga kita sekarang ini. .Sadari bahwa Jiwa adalah entitas yang senantiasa meliar, meluas, sekehendak dirinya, (untuk memudahkan bisa disebut sebagai angan-angan) kuatkan kesadaran ini. Oleh karena itu, ~Maka sudah selayaknya bahwa entitas Jiwa ini harus selalu bersama Raga. Namun proses ini , Jangan anda paksa, jangan kosentrasi, luruhkan saja. Lakukan berulang dan berulang lagi. Jika anda sudah merasakan semacam hawa ringan yang berdesir diatas kulit berarti Jiwa sudah mengisi seluruh pori-pori tubuh.

Teknik kedua ; Kuatkan kesadaran bahwa Takdir kita adalah saat ini waktu kini (NOW), dimana dan dalam keadaan mana Raga saat ini sedang beraktifitas. Hanya di detik ini saja dalam satu tarikan nafas. Inilah takdir kita. Sadarkan terus kepada Jiwa akan hal ini.

Teknik ketiga ; Kemudian Tarik Jiwa ke posisi Raga, hingga sampai mengisi seluruh pori-pori tubuh. Setelah Jiwa bersama Raga, cobalah pandang sekeliling anda. Kita akan memiliki cara pandang yang berbeda. Dunia menjadi semakin cerah. Coba saja. Namun, Apabila Jiwa memiliki keinginan lain selain pekerjaan sekarang ini. Sabarkan Jiwa, nanti ada saatnya diberikan kesempatan tawar menawar kepada Tuhan, nanti saat kita sholat. Jangan biarkan Jiwa anda mengelana terus menerus. Semakin sering Jiwa bersama Raga, maka akan semakin muncul kekuatan dan daya yang luar biasa. Jika Anda mampu mempertahankan posisi Jiwa 5 menit saja bersama raga setiap hari. Manfaat akan luar biasa.

Teknik Keempat ; lakukanlah pelaporan apa saja yang kita rasakan kepada Allah, terutama pada saat sholat. Kalau kita lagi kondisi marah, ya laporkan saja kalau kita marah, kalau sedang malas , ya laporkan saja. Apa saja, jangan ada yang disembunyikan. Ingat dan Sadari bahwa yang sering memalingkan Jiwa adalah persepsi. Mulai dari persepsi miskin, hutang, karier, dan lain sebagainya. Kita harus mengarahkan diri kita kepada Dzat yang maha suci , Dzat yang tidak ber-presepsi, dan tidak bisa di persepsi-kan. Terus arahkan dan kuatkan, bahwa ada Dzat yang maha suci ini. Mohon dilepaskan, di sucikan dari persepsi, dan lain sebagainya. Nanti kita akan merasa plong, kembalikan semua yang menghimpit kepada Allah, semua adalah permainan logika saja, lepas dari beban apapun. Laporkan saja yang kita rasakan.

AHA..EURIKA !!!…

Ketemu sudah. Kitapun tercengang. Kok begitu ya.. jadi kesadaran itu yang harus saya hadapkan kepada Allah. Lha..kadang saya juga dulu pernah tahu itu..nah..nah.

Inilah hidayah Allah. Patutlah kita syukuri. Semua datang dengan sendirinya , pemahaman ini seperti di tarok saja, sesuai dengan kehendak Allah, asalkan kita juga mempersiapkan diri menyambutnya, juga asal kita siapkan diri kita untuk belajar kepada-NYA, seakan kita kemudian mengerti sendiri. Mengalir saja seperti air mengalir. Enteng saja.. Bleng..bleng.. masuk kedalam kesadaran dan kepemahaman kita.


Maka setiap orang harus mencari dan menemukan sendiri Entitas KESADARAN ini, tidak bisa diwakilkan atau ditunjukkan oleh orang lain. Atau diajari orang lain. Ini wilayah Tuhan dan manusia. Meski sudah diberitahukan, ibarat di tunjukkan di depan hidungnya sekalipun manusia tetap tidak akan tahu, tidak kan mengenalinya. Sangat aneh sekali.

Betul-betul rahasia Allah, yang bisa kita lakukan adalah hanya datang kepada Allah dengan apa adanya. Dengan senantiasa mengingat-Nya, memanggil namanya dengan lembut penuh totalitas. Tarik nafas perlahan sebutlah namanya, keluarkan lagi dan sebut lagi nama Allah. Tarik nafas (seperti menelan) masukan nama Allah ke dalam system ketubuhan kita, biarkan mengalir beredar di dalam system peredaran darah kita, biarkan agar memasuki sel-sel kita. Keluarkan nafas lagi, imajinasikan kita bersatu dengan alam semesta. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Meditasi kecil ini bisa di lakukan dimana saja. Tidak harus di tempat khusus, bisa anda sambil nonton TV, sambil makan, sambil ngobrol, apa saja aktifitas kegiatan anda. Syukur-syukur anda punya waktu sebelum sholat subuh. Lakukanlah dalam sholat fajar hingga menjelang subuh. Rasakan ketika daya ini menggerakan sholat anda. Amati, nyata sekali bukan daya anda yang menggerakkan. Seluruh ketubuhan anda seperti bergerak sendiri. Jika anda pernah belajar tai-chi agak mirip. Bedanya energi hawa dingin ini berpusat dari hati, yang menyebar ke seluruh tubuh dan menggerakan tubuh kita untuk sholat.

Ingat bahwa orang-orang terdahulu melakukan ini hampir sepanjang hidupnya, bertapa, menyepi, dan lain sebagainya. Maka jikalau kita tidak mempergunakan waktu setiap saat. Dalam setiap helaan nafas kita, jelas kita tidak bisa menyamai mereka dalam hal penyucian jiwa (Meditasi). Maka usahakan setiap saat, setiap dalam helaan nafas kita selalu mengingat Allah, dan Allah.

Kemudian setelah kita menemukan entitas manakah yang di sebutkan kesadaran diri, yaitu kesadaran diri anda yang baru maka hadapkan kesadaran tersebut kepada Allah untuk diberikan pembelajaran. Untuk menyempurnakan Kesadaran itu, untuk menyempurnakan JIWA itu, sebagaimana sumpah Allah.

“Demi Jiwa dan Penyempurnaannya”. (As Syamsi ; 7).

Bersiaplah akan pembelajaran Allah. Allah kan menyempurnakan JIWA kita.
Dengan kita sudah menemukan kesadaran diri, sebetulnya sudah sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Biasanya bagi yang mempraktekan pelatihan tersebut, akan merasakan ada hawa lembut berdesir diatas kulitnya, sangat halus namun terasa. Jika kita pertahankan lebih lama, maka akan muncul hawa lebih kuat , yang terasa dingin, menyejukkan, hawa ini mengkristal dari dada , kemudian merayap perlahan, meluas ke seputar dada, terus merayap ke tangan, ke kepala, hingga ke kaki. Jika kita terus pertahankan, semakin lama tubuh kita akan dirambati semut, rasa dingin seperti kesemutan, semakin lama akan semakin baal. Jika kita lebih kuatkan lama sambil terus berpasrah kepada Allah. Anda akan mengalami sensasi luar biasa.

Hawa ini akan menetap di dalam dada, layaknya eter, jika kemudian anda mencoba menyebut nama Allah, hawa ini bergolak, merayap lagi, dingin menyejukan, semakin kuat anda berdzikir menyebut nama Allah, hawa ini mencengkeram otot dada, leher, pundak, tangan , kaki, semua otot rangka tubuh. Jika anda ikuti akan memaksa anda untuk rukuk, sujud, bahkan sholat. Silahkan di praktekan , sederhana dan simple sekali. Anda akan merasakan bagaimana manisnya iman, bagaimana ketika disebut nama Allah, eter tersebut akan bergolak halus, dada anda akan bergetar, ini realitas , al qur’an berkata apa adanya. Nah, kesadaran iman inilah, yang kemudian kita hadapkan kepada Allah untuk diajari bagaimana ber makrifat, bagaimana “melihat” Allah. Maka apakah sama dada orang yang ‘beriman’ dengan dada orang yang ‘kafir’ nanti anda akan tahu dimana perbedaannya. Selamat mencoba.

Sekedar latihan;


Apabila anda ingin lebih yakin apakah anda telah menemukan kesadaran ini . Maka cobalah anda praktekan melalui methode nabi Ibrahim. Carilah tempat tebuka, amatilah dan rasakan dengan kesadaran anda tersebut, alam semesta ini. Masuklah kedalam, kepada kesadaran Entitas Gerak, yang berada di balik pergerakan angin, pergerakan awan, pergerakan alam semesta ini. Jika anda mampu mempertahankan kesadaran ini agak lama.

Maka eter yang berada di dalam dada anda, akan bergolak perlahan, mengalirkan hawa dingin sejuk mennyapu seluruh tubuh anda, kemudian akan terasa hawa tersebut meliputi sel-sel tubuh anda. Anda akan terasa mampu memahami gerak alam semesta. Tanpa terasa tangan anda akan bergerak sendiri dengan lembut sekali seperti menari. Namun ketika anda kuatkan, akan mengamuk mengencang dengan keras, anda seperti sedang mengolah tenaga dalam, tangan dan kaki sanggup untuk mengalahkan 100 orang. Seperti halnya yang diceritakan Allah dalam perang Badar. Orang-orang beriman sanggup mengalahkan 100 orang kafir. Karena sejatinya Allah yang melempar bukanlah kita yang melempar. Kebenaran ayat ini menjadi nyata dihadapan kita. Dengan rasionalitas semata.

Meditasi Islam menitik beratkan kepada bagaimana sebuah methode mampu meniadakan upaya diri sendiri. Tiada daya upaya selain Allah. (la haula wala kuwata illa billah). Ini adalah teknik dasar dalam meditasi Islam. Ini adalah sasaran dan visi dalam ber meditasi menurut Islam. Kita harus meniadkan diri kita sendiri. Kita harus menghilangkan ke ‘AKU’ an diri. Diri yang mengaku-ngaku bisa ini bisa itu harus di hilangkan.

Maka penting sekali ketika kita akan memilih menggunakan methode Islam ini, kita harus membuang semua ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita harus datang kepada Allah sebagaimana seorang bayi. Kita datang benar-benar hanya mengharap daya-Nya, mengharap rahmat-Nya. Kita datang tanpa tanpa ilmu sama sekali, tanpa mengaku-aku, betul-betul tanpa daya sama sekali. Buang seluruh pemahaman kita yang sudah kita dapatkan dari uztad A, B, atau dari mahzab A, B. Kita harus menjadi ‘tiada’. Maka semakin diri memuja harta, ilmu, pengetahuan, ego, merasa lebih, merasa suci, dan lain sebagainya, kita akan semakin sulit dalam mendapatkan posisi ‘ber-serah’ (Islam). Inilah meditasi tertinggi dalam Islam.

Meditasi ini sangat jauh berbeda dengan teknik yang di kembangkan oleh paham lainnya. Semisal Hindu, Budha, Tao, dan juga yang berkembang di India dan lain-lainnya. Meditasi Islam menekankan kepada kepasrahan diri yang total. Hanya mohon kepada Allah agar di ajari bagaimana cara meditasi tertinggi. Agar kita hanya menggunakan daya-Nya. Wolohualam
Sumber:http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/11/teknik-tertinggi-dalam-meditasi-islam/

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Update artikel

Google+ Followers

Site Info